This nice Blogger theme is compatible with various major web browsers. You can put a little personal info or a welcome message of your blog here. Go to "Edit HTML" tab to change this text.
RSS

Rabu, 20 Januari 2010

selama masih ada waktu

Beberapa bulan yang lalu, nyokapnya temen gue meninggal. Beberapa hari setelah itu ade kelas gue juga meninggal. Dan disusul oleh bokapnya temen gue yang meninggal.

Entah kenapa, setiap denger orang meninggal selalu jadi "cermin" tersendiri buat gue. Bisa dibilang cermin untuk intropeksi diri.
Jadi suka nanya-nanya sendiri, udah sebaik apa hidup gue di dunia? apa yang udah gue kasih ke orang-orang yang sayang sama gue selama ini? apa malah gue sering nyakitin orang-orang sekitar?

Waktu gue melayat, ke rumah temen gue yang ibunya meninggal, dia keliatan udah ikhlas banget. gue jadi gak terlalu sedih liatnya. Tapi, ternyata hari-hari berikutnya? dia sedih, dan menyesali diri karna belom kasih ini-itu ke nyokapnya. selalu gini ke nyokapnya gak pernah gitu ke nyokapnya. Ribuan penyesalan yang dia ungkapkan dengan berbagai cara.
tapi, mau nyampe dia nangis darah pun, gak bakal ngerubah semuanyakan? nyokapnya gak mungkin ujuk-ujuk balik ke dunia, karena liat anaknya nyesel. serem juga lagian.

Itulah hidup yah, menyesal selalu dateng di awal. Dan gue gak mau, kayak temen gue.
Yang nyesel, trus nangis bombay karena belom bisa kasih hal-hal kecil tapi penting, untuk orang yang dia sayang.

Gak gampang sih, buat orang seneng. Tapi, selalu ada jalankan kalo ada kemauan?


kalo dipikir, memang Tuhan masa dahsyat, ngirim pesennya ke dunia pake kejadian yang "nyentil" di hati, yang belom tentu kita peka sama pesennya dia.nerima pesenNya lagi, mulai sekarang udah ada niat buat nyenengin orang-orang tersayang.

yaaaah, waloppun gue tau, niat orang terkadang lebih baik daripada perbuatankan, heheh
Makanya, sebelum gue gak bisa

Senin, 18 Januari 2010

Paksa-paksa-paksa!! RRGH!

salam hangat!

Akhir-akhir ini gue punya hobi baru, mengahayal menjadi mahasiswi. hahaa
Terdengar norak sih, tapi itulah faktanya. Kadang, suka gak sabar gitu buat cepet-cepet hengkang dari dunia SMA yang begitu menakjubkan.

Alhamdulilah, udah punya planning buat kuliah. Begitu pula beberapa temen gue yang lain, udah pada sibuk nyari info tentang kuliah.
Tapi, ada pula beberapa temen gue yang mengenaskan, karena masih bingung mau kuliah jurusan apa.
Dan yang paling parahnya, ada juga yang di paksa ini itu sama bonyoknya.

Jujur, dari hati gue yang terdalam. Gue kesian.
Karena di jaman serba instant ini,masih aja gitu orang tua yang menganut sistem jaman siti nurbaya.

Gue tau, orang tua mau kasih yang terbaik buat anaknya. Tapi, mereka lupa toh, bahwa yang terbaik menurut mereka belom tentu terbaik buat anaknya.
Lagipula, kalo di paksa pasti yang ada setengah2 jatohnya. bukan begitu?

Kalo gue belom pernah merasakan, karena keluarga gue menganut azas demokratis. jadi yaaaahh, my life my choice, gitu.

Jadi, cuman bisa bilang,
pertahanin apa pendapat lo, dengan cara yaaa belajar yang bener tentunya dan masuk universitas negeri yang di idamkan. Ngomong bae2 jugaa, kalo dimana2 sesuatu yang di paksakan tidak akan bertahan lama.
buktiin sama bonyok lo , kalo ternyata emang lo mampu dan bisa buat masuk kejurusan apa yang lo mau.
Jangan cepet putus asa. Jangan lupa pula berdoa, karena tanpa ridho dari Tuhan, apalah arti hidup ini,asik da ah bahasa gue. haha
Percaya deh, selalu ada jalan untuk setiap kemauan. Kan ga ada gunung yang lebih tinggi dari dengkul kaki kita, kalo kita bisa mendakinya dan berada di puncaknya!

Semangat sahabat! UYYEE!!

Minggu, 17 Januari 2010

Unamed

Kadang,
masih suka bermimpi bahwa kebaikan hati masih bisa melunturkan segala keji.
Atau setidaknya,Mengembalikan yg telah hilang agar kembali dan menjadi abadi.

Tapi,
akhirnya waktu menjawab.
Membangunkan mimpi indah dan menggantinya dgn kenyataan pahit.

Bukan tidak bisa. Tapi,lebih baik tidak.

Karna,
ada banyak hal di dunia yg ingin sekali di gapai,tp belum tentu dapat membahagiakan,setelah berhasil di gapai.

Terlalu banyak bermimpi,
berhasil membuat lupa akan kodrat sebagai seorang hamba.

Bahwa,
dunia sudah ada yg merencanai.
Ada Dzat yg membangun jalan hidup dengan hasil akhir yg membahagiakan kelak.

Bodohnya,
karena terlalu lama bermimpi.
Menangis bagai hobi.
Padahal,tangis tak kan mengubah keadaan.

Buat apa menangis dan bermimpi lagi?
Bukankah sudah lelah hati?

Bangunlah!
Tatap matahari yg sudah siaga.

Tantanglah!
Jangan menjadi manusia bodoh.
Tak usah lagi berharap sang iblis dapat merubah kodratnya menjadi malaikat.

Teriaklah!
Dan buktikan pada dunia.

Aku baru dan BANGKIT!!

Setelah semua penkhianatan yg telah terjadi.
Setelah semua air mata terkuras untuk meratapi.
Setelah benci dan amarah membakar semua memori indahku bersamanya. Sungguh,membakarnya.

Lalu aku menatap sang bayangan.

Buat apa kau seperti ini?
Bak seongok daging yg tak berdaya hanya karna pekhianatan cinta yg begitu kejam.

Buat apa kau seperti ini?
Membakar diri sendiri,dengan benci dan emosi yg tak pernah terhenti.

Buat apa kau seperti ini?
Menatap jauh kedepan dengan perasaan nelangsa tanpa kau pedulikan lagi sang tawa dan canda.

Apa dia peduli? TIDAK!
Sayangnya,dia tidak peduli dan sedang ganas memangsa mangsa barunya.

BODOH!
BODOH!
BODOH!
Ku terus di maki sang bayangan. Hingga fajar membawa sang bayangan tuk pergi.

Air mata terakhirku jatuh.
Bukan,bukan menyesali kejadian.
Namun,
menyesali diri sendiri yg terlelap terlalu lama bersama kesedihan.

Hingga Tuhan datang,
dengan cahayanya yg tak pernah padam.
Memelukku.
Menggenggamku.
Menghapus air mataku.
Menggantikan semua luka dengan suka.
Meyakinkanku,bahwa apa yg dia berikan adalah yg terbaik untuk,jalan yg terbaik.
Meyakinkanku,bahwa pengalaman menyakitkan ini,bekalku agar aku menjadi kuat dimasa mendatang.

Perlahan,
aku mulai menyusun kembali alur masa depanku yg sudah tercecer.

Dan,
aku berlari.
Merajut mimpi.
Yg tak pernah mati.
Mencoba meninggalkan bara api di hati.
Yg belum padam hingga saat ini.

Tak ada kata rapuh.
Tak ada kata sesal.
Tak ada kata tak sanggup.
Takkan lagi ada.

Bersama para malaikat yg dikirim Tuhan,
aku merasa BISA.





Aku baru,
dan BANGKIT!!

who am i?

Hai hai semua nya.
Salam kenal! salam sejahtera! salam super!

walaupun agak ketinggalan, dengan teman-teman yang lain.
namun,sesuai dengan peribahasa lawas, 'lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali'. Guepun menangguhkan hati untuk membuat blog ini dengan misi agar manusia mengenal saya dan saya mengenal dunia.

oke,
perkenalkan.
gue widya. panjangnya, widya anindyta manoch.
berbagai sebutan yang mengiringi hari-hari gue.
umum di panggil, widya.
tapi ada juga yang panggil witya, wiwid, atau manoch.
yaaah, apapun panggilannya, yang penting teh minumannya. LOH??

sekarang,
sedang menjalankan proses kepompong, dari SMA menuju ke dunia perkuliahan.
huh deg-degan sendiri jadinya. haha

sekolah, di SMA ISLAM PANGLIMA BESAR SOEDIRMAN, Bekasi 1.
dimana tuh??
pokoknya sekolahnya kecil, dan ijo. tapi, tetap gue cinta kok.

guepun punya banyak teman-teman yang teramat gue sayang.
yang selalu menemani gue di saat susah dan duka. lohh??
seneng juga dooong.

segitu dulu perkenalan kita.
semoga tulisan-tulisan gue kelak dapat bermanfaat untuk semesta alam. amiin

sekian. terimakasih!